Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pelajaran Buat Kita Semua, Bayi 15 Bulan Meninggal di Penitipan, Tersangkut di Ayunan Kain, Pilu Ortu 2 Kali Kehilangan Anak

 

TRIBUNNEWSMAKER.COM -  Hancur hati orangtua harus kembali kehilangan buah hati untuk yang kedua kalinya.

Kejadian pilu ini dialami oleh pasangan suami istri, Yuseri Yusoff (39) dan Anida Idrus (41).

pasangan ini kehilangan anak ketiga mereka yang baru berusia 15 bulan.

Bayi bernama Nour Rania Asyifaa Yuseri ini meninggal dunia setelah ditemukan dalam kondisi memilukan di sebuah tempat penitipan anak.

Saat orangtuanya bekerja, Nour Rania dititipkan ke pusat penitipan anak yang terletak di Bandar Sri Sendayan, Negeri Sembilan.

Yuseri Yusoff mendapatkan kabar mengejutkan saat berada di rumah.

Ia dihubungi oleh sang istri, Anida Idrus yang menyampaikan kabar jika putri mereka tak lagi bernyawa.

Pilu ayah gendong jasad bayi 15 bulan yang meninggal tersangkut di ayunan kain (Berita Harian)

Yuseri Yusoff pun bergegas menuju Klinik Kesehatan (KK) Sendayan.

Tiba di klinik, Yuseri Yusoff melihat dokter sedang berusaha memberikan bantuan kesehatan kepada anak bungsunya tersebut.

Bapak tiga anak ini kemudian menceritakan kronologi putrinya meninggal dunia.

Saat itu tak seperti biasanya, Nour Rania tampak sulit tidur.

Oleh si pengasuh, Nour Rania kemudian diletakkan dalam ayunan kain agar cepat tidur.

Yuseri Yusoff tak memiliki firasat apapun hingga malam sebelum kejadian.

Pasalnya, sudah satu tahun ia selalu mengantarkan putrinya ke penitipan anak.

Pilu ayah gendong jasad bayi 15 bulan yang meninggal tersangkut di ayunan kain

Bahkan anak sulungnya dulu juga dititipkan ke penitipan anak tersebut.

"Pengasuh memberitahu kalau anak saya sulit tidur, jadi sebelum meletakkannya di ayunan kain. Malam kejadian, putri saya terlihat normal. Bahkan sudah satu tahun saya mengantarkannya ke tempat penitipan anak. Anak sulung dulu juga saya titipkan ke sana," ujar Yuseri Yusoff, seperti yang TribunNewsmaker.com kutip dari Ohbulan.

Kondisi Nour Rania sendiri cukup memilukan.

Putri bungsu Yuseri Yusoff tersebut ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri di tempat penitipan anak.

Nour Rania ditemukan dengan keadaan leher dan kepalanya dari ayunan kain.

Sedangkan tubuhnya masih tersangkut dan tergantung ayunan kain tersebut.

Kehilangan putri bungsunya yang baru berusia 15 bulan, Yuseri Yusoff mencoba untuk mengikhlaskannya.

Pria berusia 39 tahun ini juga menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian.


Pihak tempat penitipan anak juga sudah meminta maaf atas insiden yang menewaskan bayi berusia 15 bulan itu.

Mereka pun siap mengikuti proses hukum yang berlaku.

Ini bukan kali pertama bagi Yuseri Yusoff harus kehilangan buah hatinya.

Di tahun 2020 lalu, anak kedua Yuseri Yusoff juga meninggal dunia akibat komplikasi kesehatan.

Ingin Punya Anak Laki-laki, Ibu Hamil Ini Tancap Paku ke Kepala karena Disuruh Dukun, Sulit Dilepas!

Seorang wanita disuruh dukun menancapkan paku ke kepalanya agar mendapat anak laki-laki.

Dikutip dari Oddity Central pada 19 Februari 2022, kejadian itu bermula dari pasien yang datang ke Rumah Sakit Lady Reading di Peshawar, Pakistan.

Mereka mendapatkan pasien seorang ibu hamil dengan paku yang menancap di kepalanya.

Paku tersebut berukuran sekitar 5 cm dan tertancap di tengkorak kepalanya.

Pihak rumah sakit segera melakukan x-ray untuk melihat seberapa buruk kondisinya.

Tenaga medis di rumah sakit sampai tak bisa berkata-kata melihatnya.

Ibu hamil tersebut kemudian menjelaskan jika dirinya mendapat nasehat dari dukun.

Dukun itu menjamin dirinya akan mendapatkan anak laki-laki jika menancapkan paku ke kepala.

Ibu tersebut memang sangat ingin mendapatkan anak laki-laki.

Dirinya sudah melahirkan 4 orang anak perempuan sebelumnya.

Suaminya bahkan mengancam dirinya harus melahirkan anak laki-laki.

Jika tidak, suaminya akan pergi meninggalkan rumah.

Saat menancapkan paku di kepala, dirinya merasakan sakit yang luar biasa.

Wanita itu kemudian berusaha melepaskan paku tersebut.

Namun paku itu tak bisa dilepaskan karena sudah menancap terlalu dalam.

Ibu itu mengaku menancapkan sendiri paku tersebut ke kepalanya.

Namun, berdasarkan pemeriksaan dokter, terlihat ada orang lain yang membantu menancapkan paku dengan memukul palu.

Dokter juga melakukan USG dan mendapati bahwa jabang bayi yang dikandungnya adalah perempuan.

Untungnya, paku tersebut tidak masuk ke otaknya dan sudah dilakukan penanganan untuk mengeluarkannya.

Kejadian ini kemudian menjadi viral dan kepolisian setempat melakukan penyelidikan.

Dibentuk tim khusus untuk menyelidiki dukun dan juga pihak suaminya.