Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kejadian Tadi Siang, Innalillahi Wainna Ilaihi Roji'un😭😭😭Sungguh Tega Seorang Ibu G0r0k Leher Tiga Anaknya Sampai T୧w4s,Semoga Husnul Khatimah..AMIN🤲🤲

 


Diduga depresi seorang ibu tega gorok leher ketiga anak nya.

Warga Desa Tonjong, Kabupaten Brebes digemparkan dengan kejadian seorang ibu muda yang tega menganiaya anak kandungnya sendiri dengan cara menggorok leher hingga nyaris putus,(3/2022) pagi. 

Satu anak yang berusia 6 tahun mengalami luka sayatan yang cukup parah sehingga menyebabkan nyawanya tak tertolong lagi. Sedangkan 2 anak lainnya berhasil selamat dengan cara di kamar dan berteriak-teriak tolong.

Warga yang mendengar teriakan kedua anak Kanti segera mendobrak pintu rumah dan menyaksikan pelaku dari kamar sembari mengacungkan pisau yang telah berlumuran darah. Warga juga menemukan salah satu pelaku telah tewas dan berlumuran darah di bagian leher. 


Usai menganiaya tiga anaknya, pelaku langsung dari kepolisian dan TNI. Terlihat pelaku yang masih mengenakan mukena berwarna hitam, digiring oleh petugas dengan tangan terborgol. 


Kedua anak pelaku yang berhasil segera dikirim ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. 


Menurut pengakuan, dirinya berupaya membunuh ketiganya dengan alasan ingin menyelamatkan dari pengalaman yang dialami selama puluhan tahun. 

Sebelum saya mati saya ingin menyelamatkan anak-anak biar ga dibentak-bentak. Mendingan mati aja biar ga perlu ngerasain sedih. Harus mati biar ga sakit," alasan pelaku. 

Diketahui, suami pelaku bekerja di Jakarta dengan sistem kerja yang tidak tetap hingga dikatakan pelaku kerap menganggur. 


Polisi kini mengamankan rumah pelaku dengan police line guna kepentingan olah TKP. Saat ini Kanti Utami diamankan kantor kepolisian setempat untuk dimintai keterangan lebih lanjut.***

Kanti Utami (35), warga Komplek Sokawera, Desa Tonjong yang sehari-hari bekerja sebagai perias pengantin ini secara sadis menggorok leher ketiga anaknya diduga karena depresi karena masalah ekonomi.