Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Innalillahi Wa Inna Illaihi Rojiun, Stres, Ingin Mati Syahid dan Masuk Surga Seorang Pria Serang Imam Mesjid




Tersebar di dunia maya seorang imam mesjid diserang pria diguga stres.

Penyerang tersebut diketahui bernama Eko Saputro (35), warga lingkungan Jombang Masjid, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon.


Kejadian penyerangan terhadap Imam Mesjid Nurul Ikhlas Kota Cilegon, terjadi pada Senin (5/9/2021) petang.

Aksi penyerangan Eko terhadap Imam Masjid Nurul Ikhlas Ustaz Idris tersebut beredar dan ramai diperbincangkan masyarakat di media sosial.

Dalam video berdurasi 1.42 detik tergambar jelas kronologi penyerangan terhadap Imam Masjid Nurul Ikhlas.

Anggota Unit Intel Kodim 0623/Cilegon, Letnan Dua Inf Kalinus menyatakan, kejadian penyerangan imam Mesjid Nurul Ikhlas terjadi sekitar pukul 18.00 WIB.


Saat itu ketika pelaksanaan ibadah salat Maghrib, tiba-tiba Eko masuk sambil berteriak hingga masuk ke lokasi imam dari sisi samping sebelah kiri dan langsung menyerang imam," katanya kepada wartawan.

Kalinus menambahkan, berdasarkan penyidikan yang dilakukan Unit Intel Kodim pengakuan tersangka menyerang karena motif ingin mati syahid dan masuk surga.


Diungkapkannya, adapun alasan penyerangan karena dinilai tata cara yang pengimaman oleh Ustaz Idris salah

"Dia menyerang karena menurutnya imam salatnya salah. Tersangka juga mau mati syahid dan masuk surga," imbuhnya.

Lebih jauh ditururkan Kalinus, pelaku juga diduga mengalami gangguan jiwa. "Disamping, itu pelaku masuk ke masjid hanya mengenakan celana dalam dan tidak membawa apa apa," terangnya.

Dalam penyidikan tersebut, papar Kalinus, pihaknya menduga apa yang terjadi pada pelaku penyerangan karena yang bersangkutan mengalami tekanan jiwa.

Hal ini dikarenakan selama pandemi waktu bekerja menjaga toko yang lokasinya tidak jauh dari masjid dikurangi.

Sekarang pelaku hanya bekerja 3 hari dalam sepekan.

Sehingga tidak cukup membiayai keperluan keluarga, terlebih istrinya tengah hamil.

"Itu penjaga toko, karena pandemi  bekerja hanya 3 hari dalam seminggu. Katanya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan jadi terganggu jiwanya," paparnya.

Saat ini papar Kalinus, pihaknya sudah menyerahkan yang bersangkutan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. (rahmat haryono)