Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kakek Pemerkosa Gadis SMP Sempat Dihajar Warga Saat Berusaha Kabur

 


Lumajang – Berusaha kabur saat tertangkap basah sedang mencabuli bocah SMP, kakek S (71) menjadi sasaran amuk masa. Ada awalnya pelaku yang tertangkap basah oleh orangtua korban saat sedang menyetubuhi korban di kamarnya, pelaku kemudian diamankan oleh ayah korban dan warga. 

Namun bukannya merasa bersalah, kakek tersebut justru terus menerus berusaha melarikan diri, hal itu membuat ayah korban dan warga semakin geram hingga akhirnya bogem mentah pun mendarat di wajah pelaku.

Pelaku kemudian di bawa ke balai desa oleh ayah korban dan warga, namun saat di jalan pelaku lagi-lagi mencoba melarikan diri, tapi aksinya itu kembali berhasil digagalkan warga.

“Kepala Desa Jokarto akhirnya menghubungi Petugas Polsek Tempeh untuk mengantisipasi amukan warga yang lebih parah,” ungkap Paursubbaghumas Ipda Andrias Shinta, Minggu.

Saat petugas sampai ke lokasi, pelaku sudah dalam keadaan babak belur akibat dihajar warga. Nampak S mengalami sejumlah luka di beberapa bagian tubuhnya.

“Lukanya pada bagian mulut. Lalu, ada luka robek kepala bagian belakang sebelah kiri dan luka robek pada bagian kaki sebelah kiri,” imbuhnya.

Pemerkosaan ini terjadi pada Sabtu (29/5) sekira pukul 09.00 WIB. Saat itu, korban yang masih berusia 14 tahun tengah sendirian di rumah karena orang tuanya sedang bepergian. Lalu, pelaku masuk ke rumah dan memperkosa korban di dalam kamar korban.


“Mengetahui orang tua korban tidak sedang berada di rumah, pelaku memang sering datang ke rumah korban, akhirnya pelaku masuk ke dalam rumah korban dan sengaja mengajak korban melakukan hubungan badan di dalam kamar korban,” ujar Shinta.

Tak berselang lama, orangtua korban datang dan masuk ke dalam rumah. Ibuk korban yang mengetahui anaknya disetubuhi oleh pelaku pun langsung menjerit histeris. 

Tak hanya melihat pelaku dalam kondisi setengah telanjang, ibu korban juga melihat ada sebula celurit yang diletakkan di samping ranjang korban.

Shinta menyebut saat ibu korban menjerit, ayah korban langsung datang dan mengamankan pelaku. Namun, ada drama pengejaran pelaku karena kakek tersebut sempat melarikan diri.
 
“Ibu korban langsung menjerit dan Ayah korban langsung masuk ke dalam kamar lalu memegang pelaku namun pelaku sempat lari keluar rumah dan dapat ditangkap oleh ayah korban dibantu beberapa warga sekitar.” tambahnya

Sejumlah barang bukti pun diamankan oleh polisi untuk proses penyelidikan, seperti baju dan celana dalam milik pelaku dan korban, seprei kamar korban, dan celurit yang digunakan untuk mengancam korban.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.