Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Asyik Selfie di Tengah Rel Kereta Api, Wanita Meninggal Tertabrak KA



BANYUMAS – Seorang wanita meninggal tersambar kereta api (KA) di kawasan km 358+5 petak Purwokerto – Notog, masuk Desa Notog. Wanita berinisial WY (32) warga Desa Sawangan, Kecamatan Patikraja ini tertabrak KA Ranggajati Jember – Cirebon saat asyik ber-swafoto (selfie) di rel kereta api, Kamis (14/10) sore.


Kapolsek Patikraja AKP Sumpening mengatakan peristiwa terjadi sekira pukul 16.54. Saat itu salah seorang saksi Yeni Purwaningsih (32) warga Desa Pegalongan, Patiraja melihat korban tengah asyik selfie di tengah rel. “Korban tak. orang-orang sekitar yang menyuruhnya untuk menyingkir karena ada kereta api melintas,” katanya.

Di saat bersamaan dari belakang Kereta Api dan akhirnya menabrak korban. Warga sekitar yang melihat peristiwa tersebut segera menghampiri korban yang tak bergerak. Peristiwa inipun dilaporkan ke Polsek Patiraja untuk mendapat penanganan. Anggota Polsek Patiraja yang mendapat laporan segera menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan. “Korban meninggal karena mengalami luka parah,” tutur Sumpening.


Informasi ini dibenarkan oleh Manajer Humas Daop 5 Purwokerto, Ayep Hanapi. Ayep menyebut mendapatkan mendapatkan informasi sebelum meninggal, wanita tersebut sempat berswafoto. “Sudah diingatkan oleh petugas PPKA di lokasi namun tidak dihiraukan. Kabarnya begitu yang saya terima dari beberapa teman. Masinis juga sudah memberikan semboyan 35 (klaskon) agar korban menyingkir,” ujarnya. Ayep mengimbau kepada warga jangan beraktivitas di dekat rel KA. “Rel kereta api, stasiun, KA dan jembatan KA menjadi beberapa yang tidak digunakan masyarakat untuk beraktivitas (selfie, jalan-jalan, bermain dan lainnya). Meskipun lokasi tersebut dilarang untuk beraktivitas kecuali bagi petugas kereta api yang sedang mengerjakan pekerjaan, sehingga tentunya akan sangat berbahaya bukan hanya untuk keselamatan perjalanan api, namun juga bagi warga masyarakat yang melakukan kegiatan di lokasi terlarang tersebut,” kata Ayep. Ayep menyebut, larangan tersebut sudah diatur dalam UU No 23 tahun 2007 perkeretaapian 2007 perkeretaapian 2007 tentang Pasal 181 Ayat 1 dengan jelas menyatakan bahwa setiap orang yang berada di ruang berada di manfaat jalur api, menggerakkan, meletakkan atau memindahkan diatas rel, atau jalur kereta api ataupun menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain selain angkutan kereta api. “Selain membahayakan kegiatan tersebut dapat dikenakan sanksi berupa pidana maksimal 3 bulan atau denda Rp15 juta,” ujarnya, petugas di lapangan berada di lokasi tersebut bauan atas larangan tersebut sesuai undang-undang yang berlaku. “Kami juga berharap agar masyarakat dapat ikut serta saling mengingatkan apabila didapati orang yang berada dan bermain di area jalur kereta api. Dengan kesadaran bersama bukan perjalanan kereta api yang akan terlindungi hanya saja keselamatan masyarakat juga lebih terjaga,” pungkasnya. (ali)