Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Tanda Kematian yang Baik Atau Husnul Khotimah Secara Fisik. Smoga yang Baca Salah Satunya

 Selasa 26 Oktober 2021 

 




Bagi umat muslim di seluruh dunia, kematian yang paling didambakan yaitu dalam kondisi husnul khatimah. Apa itu husnul khotimah? Bagaimana tanda orang meninggal dunia husnul khatimah?

Sebelum memahami apa saja tanda orang meninggal dunia husnul khatimah, kalian perlu mengerti arti husnul khatimah itu terlebih dahulu.

Pengertian Husnul Khatimah

Pengertian husnul khotimah menurut bahasa arab terdiri dari kata hasan yakni baik dan khatimah yang berarti sebuah akhir. Oleh karena itu, kalimat husnul khatimah berarti akhir yang baik.

Namun, tak jarang masyarakat menuliskan kalimat duka dengan tulisan khusnul khatimah yang justru berarti akhir yang hina. Oleh karena itu, jangan salah menulis husnul khatimah ya!

Perbedaan Husnul Khatimah dan Khusnul Khatimah

Melansir dari laman NU Online, Ustaz Faishal Zulkarnaen, Pengasuh Pesantren Darul Hikam, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur memaparkan perbedaan husnul khatimah dan khusnul khatimah yang membuat masyarakat masih suka salah kaprah.

Dalam bahasa Arab, . Huruf ditulis h menjadi husnul khotimah yang berarti akhir yang baik. Sementara kalimat dalam bahasa latin ditulis dengan ‘khusnul khotimah’ yang berdasarkan Ibnul A’robi berarti terhina setelah perkasa.

Oleh karena itu, masyarakat muslim di seluruh dunia menginginkan mati secara husnul khotimah, sesuai dengan QS. Ali Imran ayat 102 yang berarti sebagai berikut.

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan muslim (berserah diri) ”. (QS. Ali-Imran: 102).

Tanda Orang Meninggal Dunia Husnul Khatimah

Meninggal dalam keadaan yang baik merupakan tanda-tanda seseorang Insya Allah akan masuk ke surga. Terdapat beberapa tanda orang yang meninggal dunia secara husnul khotimah. Melansir dari laman yayasanalbarokahmadani.com, berikut tanda-tanda meninggal dalam keadaan husnul khotimah.

2. Meninggal dunia dengan keringat di dahi

Hal ini seperti yang tertuang dalam hadist rasul yang berbunyi:

“Meninggalnya seorang mukmin dengan keringat di dahi.” (HR. Ahmad, An-Nasa`i, dll. Sanad An-Nasa`i shahih di atas syarat Al-Bukhari)

3. Meninggal pada malam atau siang hari Jumat

“Tidak ada seorang muslimpun yang meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at, kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi. Hadits ini memiliki syahid dari hadits Anas, Jabir bin Abdillah g dan selain keduanya, maka hadits ini dengan seluruh jalannya hasan atau shahih)

4. Meninggal di medan perang

“Dan janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati bahkan mereka hidup di sisi Rabb mereka dengan mendapatkan rizki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka dan mereka beriang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang mereka (yang masih berjihad di jalan Allah) yang belum menyusul mereka. Ketahuilah tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka bergembira dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah dan Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.” (Ali Imran: 169-171)

5. Meninggal karena penyakit tha’un (wabah)

“Tha’un adalah syahadah bagi setiap muslim.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

6. Meninggal di jalan Allah (Mati Syahid)

“Siapa yang terhitung syahid menurut anggapan kalian?” Mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, siapa yang terbunuh di jalan Allah maka ia syahid.” Beliau menanggapi, “Kalau begitu, syuhada dari kalangan umatku hanya sedikit.” “Bila demikian, siapakah mereka yang dikatakan mati syahid, wahai Rasulullah?” tanya para sahabat. Beliau menjawab, “Siapa yang terbunuh di jalan Allah maka ia syahid, siapa yang meninggal di jalan Allah maka ia syahid, siapa yang meninggal karena penyakit tha’un2 maka ia syahid, siapa yang meninggal karena penyakit perut maka ia syahid, dan siapa yang tenggelam ia syahid.” (HR. Muslim)

7. Meninggal karena penyakit perut, karena tenggelam, dan tertimpa reruntuhan

“Syuhada itu ada lima, yaitu orang yang meninggal karena penyakit tha’un, orang yang meninggal karena penyakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang meninggal karena tertimpa reruntuhan, dan orang yang gugur di jalan Allah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah z)

8. Meninggal saat melahirkan

“Wanita yang meninggal karena anaknya yang masih dalam kandungannya adalah mati syahid, anaknya akan menariknya dengan tali pusarnya ke surga.” (HR. Ahmad, Ad-Darimi, dan Ath-Thayalisi dan sanadnya shahih)

9. Meninggal dalam keadaan berjaga-jaga (ribath) fi sabilillah

10. Meninggal dalam keadaan beramal shalih

11. Meninggal karena mempertahankan hartanya yang dirampas orang lain

12. Meninggal karena membela agama dan mempertahankan jiwa/membela diri.

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk membaca doa berikut agar kelak husnul khatimah:

Allahummaj’al khayra ‘umri akhirahu, wakhaira ‘amali khawatimahu, wa khaira ayyami yauma al-qaka.

Artinya:

Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya, dan jadikan sebaik-baik amalku pada akhir hayatku, dan jadikan sebaik-baik hariku pada saat aku bertemu dengan-Mu (di hari kiamat). (HR Ibnu As-Sunni).

Rabbana innana sami’na munadiyay yunadi lil-imani an aminu birabbikum fa amanna rabbana fagfir lana zunubana wa kaffir ‘anna sayyi`atina wa tawaffana ma’al-abrar.

Artinya:

“Ya Rabb Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan Rasulullah) yang menyeru kepada iman (yaitu): “Berimanlah kalian kepada Rabb kalian!”, maka kami pun beriman. Ya Rabb kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa besar kami, hapuskanlah dari kami dosa-dosa kecil kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang senantiasa berbuat kebajikan. (QS. Ali Imran: 193).

Demikian penjelasan lengkap tentang husnul khatimah. Mulai dari pengertian, perbedaan dengan Khusnul Khatimah hingga tanda orang meninggal dunia husnul khatimah. Semoga informasi ini membuat anda terus meningkatkan keimanan.

Sumber: suara

1. Mengucap syahadat ketika hendak meninggal dunia

Hal ini sesuai dengan hadist Mu’adz bin Jabalz yang berbunyi:

“Siapa yang akhir ucapannya adalah kalimat ‘La ilaaha illallah’ ia akan masuk surga,” (HR. Al Hakim dan selainnya dengan sanad yang hasan1)