Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Gibran Hilang 5 Hari di Gunung Guntur, Tak Pernah Rasakan Malam

 Lihat Foto Gibran, pendaki Gunung Guntur yang hilang selama enam hari, tengah dievakuasi Tim SAR Gabungan, Jumat (24/9/2021). (TRIBUNJABAR.ID/SIDQI AL GHIFARI) Penulis Kontributor Garut, Ari Maulana Karang | Editor David Oliver Purba GARUT, KOMPAS – Muhammad Gibran Arrasyid (14) ditemukan selamat setelah lima hari menghilang di Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat. Remaja ini ditemukan di Curug Cikoneng Gunung Guntur, Jumat (24/9/2021) sore. Dikutip dari video yang diunggah akun Instagram Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, @kanghelmi_budiman, Gibran mengaku tak pernah merasakan malam selama tersesat di Gunung Guntur.


“Siang terus, tidak ada malam,” kata Gibran dalam rekaman video, saat berbicara dengan Helmi yang menjenguknya di Puskesmas Tarogong, Jumat malam. Baca juga: 6 Hari Menghilang di Gunung Guntur, Begini Kondisi Ghibran Gibran juga menjelaskan bagaimana dia bisa bertahan selama lima hari di Gunung Guntur.

Remaja selama ini minum air sungai dan makan daun tersesat. Gibran disuguhkan makanan Dikutip dari Tribunnews, Gibran mengaku ada tiga orang perempuan dan dua pria yang menyuguhinya makanan. Seluruh sosok tersebut berpakaian serba putih. Namun, Gibran menolak memakan nasi dan ikan yang disuguhkan. "Ditawari nasi sama ada ikan, orangnya putih, perempuan tiga, laki-laki dua," ucap Gibran. Gibran juga tidak merasa lapar dinyatakan hilang. Selain itu, remaja ini juga mengaku tidak melihat dan mendengar orang-orang yang selama lima hari mencarinya di Gunung Guntur.

Remaja ini minum air sungai dan makan daun selama tersesat. Gibran disuguhkan makanan Dikutip dari Tribunnews, Gibran mengaku ada tiga orang perempuan dan dua pria yang menyuguhinya makanan. Seluruh sosok tersebut berpakaian serba putih. Namun, Gibran menolak memakan nasi dan ikan yang disuguhkan. "Ditawari nasi sama ada ikan, orangnya putih, perempuan tiga, laki-laki dua," ucap Gibran. Gibran juga tidak merasa lapar selama dinyatakan hilang. Selain itu, remaja ini juga mengaku tidak melihat dan mendengar orang-orang yang selama lima hari mencarinya di Gunung Guntur.Alam Surahman (45), ayah dari Gibran bersyukur anaknya bisa ditemukan oleh tim SAR gabungan setelah lima hari lebih hilang saat mendaki Gunung Guntur. “Alhamdulillah, perjuangan semua telah membuahkan hasil. Selama lima hari lebih kami dengan hati berdebar-debar, akhirnya Gibran bisa ditemukan kembali,” katanya. Kondisi Gibran sehat, tapi masih lemah karena lima hari tidak makan. Diajak bicara pun Gibran masih terbata-bata. Namun, dirinya tetap bersyukur karena anaknya selamat. Sebelumnya diberitakan, seorang remaja bernama Muhammad Gibran Arrasyid (14), warga Kampung Citangtu, Desa Citangtu, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dinyatakan hilang saat mendaki di Gunung Guntur. Gibran menghilang saat mendaki bersama 13 orang temannya. Kapolsek Tarogong Kaler Iptu Masrokan membenarkan informasi tersebut. Gibran melakukan pendakian dari basecamp pendakian di Kampung Citiis, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, pada Sabtu (18/9/2021) sore. “Hari Sabtu pukul 17.30, rombongan sudah sampai ke Pos 3 area kamping, dan menginap satu malam,” kata Masrokan saat dikonfirmasi, Senin (20/9/2021). Setelah menginap di Pos 3, rombongan pendaki tersebut melanjutkan pendakian ke puncak. Namun, Gibran tidak ikut mendaki dan menunggu di tenda yang dibangun di Pos 3. Sore harinya, saat seluruh anggota rombongan yang naik ke puncak sudah kembali ke Pos 3, Gibran sudah tidak ada di tenda. Gibran akhirnya ditemukan Jumat (24/9/2021) sore atau pada hari kelima pencarian.