Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Viral Warga Tolak Tutup Masjid Saat PPKM Darurat: Kami Nyatakan Siap Perang

 


 Video warga Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo menolak penutupan masjid saat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, viral di media sosial.

Video dengan durasi 52 detik itu tersebar di media sosial Facebook hingga WhatsApp.

“Kami umat Islam Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo menyatakan menolak dan menentang surat Sekda Kabupaten Situbondo tertanggal 2 Juli 2021,” kata warga dalam video tersebut.

Mereka menolak poin nomor empat dalam surat edaran Sekda mengenai PPKM Darurat, yakni penutupan masjid selama PPKM Darurat diberlakukan.

“Apabila Sekda Kabupaten Situbondo tetap melakukan penutupan masjid, kami nyatakan siap perang,” ucap warga.

Viralnya video tersebut dibenarkan oleh juru bicara Satgas Covid-19 Situbondo Dadang Bintoro.

Menurutnya, kasus itu sudah dilimpahkan pada pihak kepolisian.

“Kasus tersebut sudah ditangani Polres,” kata dia pada Kompas.com via WhatsApp senin (5/7/2021).

Dadang meminta agar masyarakat tidak terprovokasi dengan ajakan tersebut. Sebab, jumlah kasus akibat virus corona terus meningkat.

Bahkan Kabupaten Situbondo sedang menghadapi lonjakan kasus Covid-19 . Dia meminta masyarakat agar mengikuti pelaksanaan PPKM darurat dengan tertib.

Tujuannya, untuk keselamatan bersama guna mencegah penyebaran virus corona.

“Sesuai yang disampaikan Satgas pusat, saat ini keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” terang dia.

Untuk itu, dia mengimbau agara masyarakat selalu patuh dan dispilin terhadap prokes pencegahan Covid-19.

Mulai dari menjaga masker, menjaga jarak hingga rajin mencuci tangan dengan sabun.

Sementara itu, Kapolres Situbondo AKBP Imam Rofi’I masih belum memberikan tanggapan terkait video yang viral tersebut. 

Berdasarkan peta sebaran Covid Pemkab Situbondo pada 5 Juli 2021, warga yang terkonfirmasi Covid-19 mencapai 3.320 orang.

Pasien sembuh sebanyak 2.759 orang, pasien dirawat 278 orang dan pasien meninggal sebanyak 283 orang.(*)